Malang, 21 Januari 2026 – Kesehatan remaja merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Menyadari hal tersebut, SMP Negeri 9 Malang menyambut hangat kehadiran edukator dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kota Malang dalam kegiatan Edukasi Gizi Serentak. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan pola hidup sehat sejak dini kepada para siswa.
Mengenal PERSAGI dan Perannya di Sekolah
Sebelum melangkah pada detail kegiatan, penting untuk mengenal siapa mitra sekolah kali ini. PERSAGI adalah organisasi profesi yang menghimpun para ahli gizi di Indonesia. Organisasi ini memiliki visi untuk meningkatkan status gizi masyarakat melalui berbagai program edukasi, pelayanan, dan penelitian.
Mengapa PERSAGI harus berinteraksi dengan sekolah? Sekolah adalah rumah kedua bagi remaja. Di sinilah tempat strategis untuk membentuk perilaku makan yang sehat. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan ahli gizi sangat krusial untuk mencegah masalah kesehatan seperti anemia dan stunting, serta memastikan remaja mendapatkan asupan nutrisi yang tepat untuk menunjang prestasi akademik mereka.
Pentingnya Gizi Seimbang bagi Remaja
Masa remaja adalah fase pertumbuhan yang sangat pesat, baik fisik maupun mental. Oleh karena itu, kebutuhan energi dan zat gizi mikro—seperti zat besi dan kalsium—meningkat tajam. Edukasi gizi menjadi sangat vital agar siswa memahami bahwa makanan bukan sekadar pengenyang perut, melainkan sumber bahan bakar utama untuk tumbuh kembang yang optimal. Pemahaman gizi yang baik akan mencetak generasi yang cerdas, aktif, dan tangguh.
Dari Parcel Sayur hingga Cuci Tangan
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Januari 2026 ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Bertempat di Laboratorium IPA SMP Negeri 9 Malang, acara ini dihadiri secara tatap muka oleh perwakilan 30 siswa pilihan yang terdiri dari kader UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dan pengurus OSIS. Mereka diharapkan dapat menjadi peer educator atau teman sebaya yang menyebarkan informasi positif ini kepada siswa lainnya.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi penyerahan cindera mata secara simbolis. Pihak PERSAGI menyerahkan sebuah parcel sayur—sebagai simbol ajakan gemar makan sayur—serta piagam penghargaan dan poster edukasi kesehatan. Cindera mata tersebut diterima langsung oleh Kepala SMP Negeri 9 Malang, Bapak Bambang Suwaji, S.Pd., M.M., yang menyambut baik inisiatif positif ini.

Agenda inti dimulai dengan pengerjaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa mengenai gizi. Setelah itu, para siswa bergabung dalam sesi Zoom Meeting untuk mengikuti pembukaan Edukasi Gizi Serentak se-Kota Malang.
Materi yang disampaikan tidak hanya seputar makanan, tetapi juga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya edukasi cara mencuci tangan yang baik dan benar. Para ahli gizi dari PERSAGI mempraktikkan langkah-langkah cuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir untuk membasmi kuman penyebab penyakit.
Suasana Menyenangkan dan Harapan ke Depan
Meskipun bermuatan materi edukasi yang padat, kegiatan ini jauh dari kata membosankan. Panitia menyisipkan berbagai ice breaking seru yang memancing tawa dan semangat para peserta. Interaksi dua arah antara pemateri dan siswa membuat suasana menjadi hidup dan materi lebih mudah diserap.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka. Manfaat utama yang disasar adalah adanya perubahan perilaku siswa SMP Negeri 9 Malang menjadi lebih sadar gizi.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, besar harapan sekolah agar sinergi dengan PERSAGI dapat terus terjalin. Semoga kader UKS dan OSIS yang telah dilatih hari ini mampu menjadi agen perubahan, mengajak teman-temannya untuk hidup lebih sehat demi masa depan yang gemilang.
