Bilqolam dan Pembinaan Keimanan Bertumbuh dalam Iman, Berjalan dalam Kebersamaan

RUKMANA WULANDARI 09 Sep 2026 Kegiatan 3 dilihat

Latar Belakang

Setiap anak datang ke sekolah dengan cerita yang berbeda. Ada yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, ada yang masih mengeja perlahan. Ada yang tumbuh dalam lingkungan keagamaan yang kuat, ada pula yang membutuhkan ruang dan pendampingan lebih banyak untuk mengenal serta menghayati keyakinannya.

Bagi SMP Negeri 9 Malang, perbedaan tersebut bukanlah jarak yang harus dipisahkan, melainkan keberagaman yang perlu dirawat. Sekolah meyakini bahwa pendidikan bukan hanya tentang seberapa tinggi nilai yang diraih, tetapi juga tentang bagaimana seorang anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, beriman, berkarakter, dan mampu menghargai orang lain.

Atas dasar itulah sekolah menghadirkan Program Pembinaan Keimanan sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik. Program ini dilaksanakan dalam dua bentuk, yaitu Bilqolam bagi peserta didik Muslim dan Pembinaan Keimanan bagi peserta didik non-Muslim. Keduanya berjalan berdampingan, memberikan ruang kepada setiap peserta didik untuk belajar, bertumbuh, dan memperdalam keyakinannya sesuai agama masing-masing.

Bilqolam hadir bukan semata-mata untuk membuat anak mampu membaca Al-Qur’an, tetapi untuk menumbuhkan kebiasaan baik yang dimulai dari hal sederhana: belajar membaca, belajar tekun, belajar disiplin, dan belajar menghargai proses. Sementara itu, peserta didik non-Muslim mendapatkan ruang pembinaan keimanan sesuai agama dan keyakinannya.

Dengan demikian, keberagaman tidak hanya dibicarakan, tetapi dihadirkan dalam praktik keseharian. Setiap anak mendapatkan ruang untuk menjadi dirinya, mengenal keyakinannya, sekaligus belajar menghormati keyakinan orang lain.

 

Pelaksanaan

Setiap Jumat sepulang sekolah, suasana SMP Negeri 9 Malang berlanjut dalam nuansa yang berbeda. Ketika kegiatan pembelajaran reguler telah usai, peserta didik mengikuti pembinaan keimanan sesuai agama masing-masing.

Bagi peserta didik Muslim, kegiatan dilaksanakan melalui Bilqolam, sebuah program pembelajaran membaca Al-Qur’an yang disusun secara bertahap dan sistematis. Sebelum mengikuti pembelajaran, peserta didik terlebih dahulu mengikuti tes awal. Tes ini menjadi langkah penting untuk mengenali kemampuan setiap anak: bukan untuk membandingkan siapa yang lebih cepat, tetapi untuk mengetahui dari mana setiap anak harus memulai.

Hasil tes awal kemudian menjadi dasar pengelompokan peserta didik ke dalam kelas-kelas sesuai dengan jilid dan tingkat kemampuannya. Anak yang masih berada pada tahap awal belajar bersama teman-teman pada tingkat yang sama, demikian pula mereka yang telah memiliki kemampuan lebih tinggi melanjutkan pada jilid berikutnya.

Cara ini membuat proses belajar terasa lebih dekat dengan kebutuhan anak. Tidak ada tuntutan agar semua anak harus berada pada titik yang sama. Yang terpenting adalah setiap anak terus bergerak maju dari titik tempat ia memulai.

Untuk mendukung proses tersebut, SMP Negeri 9 Malang bekerja sama dengan Rumah Ilmu Al-Qur’an dengan menghadirkan pengajar dari luar sekolah. Kehadiran pengajar dari mitra tersebut memberikan penguatan dalam proses pembelajaran sekaligus menghadirkan pendampingan yang lebih terarah bagi peserta didik.

Bilqolam merupakan ekstrakurikuler wajib bagi peserta didik Muslim dan menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Bahkan, penyelesaian tahapan Bilqolam menjadi salah satu syarat kenaikan kelas. Ketentuan ini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi bentuk kesungguhan sekolah dalam memastikan bahwa pembinaan keagamaan benar-benar diikuti dan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan peserta didik.

Di ruang yang lain, peserta didik non-Muslim mengikuti Pembinaan Keimanan sesuai agama dan keyakinannya. Mereka memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman keagamaan, melakukan pembiasaan yang sesuai dengan ajaran agamanya, serta membangun karakter melalui nilai-nilai iman yang diyakini.

Dua bentuk pembinaan tersebut berjalan dalam satu semangat: berbeda cara dalam beribadah, tetapi bersama dalam membangun kebaikan.

Tujuan

Program Pembinaan Keimanan dirancang untuk memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik agar dapat bertumbuh secara utuh. Tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga kuat dalam karakter dan baik dalam perilaku.

Melalui Bilqolam, peserta didik Muslim diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing. Lebih dari sekadar kemampuan membaca, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Sementara itu, Pembinaan Keimanan bagi peserta didik non-Muslim memberikan ruang untuk memperdalam pemahaman terhadap ajaran agama masing-masing serta membangun karakter berdasarkan nilai-nilai keimanan yang mereka yakini.

Secara lebih luas, program ini bertujuan membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, santun, dan mampu menghargai keberagaman.

Sekolah ingin menanamkan satu pemahaman sederhana kepada peserta didik: bahwa menjadi pribadi yang taat terhadap agamanya tidak berarti harus menjauh dari orang yang berbeda. Justru semakin kuat seseorang mengenal nilai kebaikan dalam agamanya, semakin besar pula kesempatan untuk menghadirkan kebaikan itu dalam kehidupan bersama.

Manfaat

Manfaat program ini tumbuh dari proses yang sederhana tetapi dilakukan secara konsisten. Peserta didik Muslim memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai tahap perkembangannya. Peserta didik non-Muslim mendapatkan ruang untuk memperkuat pemahaman dan penghayatan keimanannya.

Namun manfaat yang lebih jauh terlihat pada pembentukan kebiasaan. Setiap Jumat, peserta didik belajar untuk hadir, mengikuti proses, berlatih, dan menyelesaikan tahapan. Dari kebiasaan kecil tersebut tumbuh nilai disiplin, ketekunan, kesabaran, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap proses.

Sistem pengelompokan berdasarkan hasil tes awal juga memberikan pengalaman belajar yang lebih inklusif. Anak tidak dipaksa untuk berjalan dengan kecepatan yang sama. Setiap anak diberi kesempatan untuk berkembang sesuai kemampuan dan kebutuhannya. Dengan cara ini, keberhasilan tidak hanya diukur dari siapa yang paling cepat, tetapi juga dari siapa yang terus berusaha untuk menjadi lebih baik.

Lebih dari itu, keberadaan Bilqolam dan Pembinaan Keimanan menjadi salah satu cermin bagaimana SMP Negeri 9 Malang menerjemahkan moderasi beragama dalam kehidupan nyata. Sekolah memberikan ruang bagi peserta didik untuk menjalankan pembinaan keagamaan sesuai keyakinannya, tanpa menghilangkan penghormatan terhadap keberadaan orang lain yang berbeda.

Di sinilah nilai moderasi beragama menemukan bentuknya. Ia tidak berhenti pada slogan yang terpampang di dinding, tetapi hadir dalam kesempatan belajar yang setara, dalam sikap saling menghormati, dan dalam kebiasaan hidup bersama tanpa diskriminasi.

Pada akhirnya, Bilqolam dan Pembinaan Keimanan bukan hanya tentang membaca, menghafal, atau menyelesaikan sebuah tahapan. Ia adalah perjalanan untuk mengenal iman, menumbuhkan karakter, dan belajar menjadi manusia yang membawa kebaikan.

Sebab sekolah tidak hanya ingin melahirkan anak-anak yang pandai membaca buku dan menghitung angka, tetapi juga anak-anak yang mampu membaca kehidupan, memahami perbedaan, dan memilih kebaikan.

Berbeda dalam keyakinan, bersama dalam kebaikan.
Bertumbuh dalam iman, berjalan dalam kerukunan.

Bagikan: